Breaking News

Warga Resah Konvoi Remaja Tengah Malam, Polisi Minta Orang Tua Lebih Mengawasi


(photo by AI)


KEDIRI –
Aktivitas sekelompok remaja yang kerap melakukan konvoi pada malam hari mulai membuat masyarakat Kota Kediri merasa terganggu. Selain suara kendaraan yang bising, aksi berkumpul hingga menggeber motor dinilai berpotensi mengganggu pengguna jalan dan memicu persoalan keamanan.

Salah satu lokasi yang belakangan sering menjadi titik berkumpul adalah kawasan simpang empat dekat Rumah Sakit Baptis. Aktivitas tersebut biasanya berlangsung pada malam hingga larut malam, ketika sebagian besar warga mulai beristirahat.

Kondisi itu membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi merasa tidak nyaman. Suara knalpot kendaraan yang digeber, teriakan, serta kerumunan kendaraan disebut cukup mengganggu ketenangan lingkungan.

Heru, warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, mengatakan fenomena tersebut sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, jumlah remaja yang berkumpul terkadang cukup banyak sehingga memenuhi kawasan persimpangan.

Tidak hanya persoalan kebisingan, warga juga mengkhawatirkan potensi munculnya persoalan lain apabila kerumunan tersebut tidak segera diantisipasi.

Kerumunan dalam jumlah besar, terlebih mayoritas anggotanya masih berusia remaja, dinilai rawan memunculkan gesekan antarkelompok. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan rumah sakit.

Keberadaan Rumah Sakit Baptis di dekat lokasi menjadi salah satu perhatian warga. Jalan yang dipenuhi kendaraan maupun kelompok remaja dikhawatirkan dapat menghambat kendaraan yang membutuhkan akses cepat menuju fasilitas kesehatan.

Keresahan serupa juga dirasakan warga Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren. Aktivitas konvoi pada malam hari dinilai tidak memberikan manfaat dan justru berpotensi mengganggu masyarakat yang membutuhkan waktu istirahat.

Bagi warga yang bekerja hingga malam, keberadaan gerombolan remaja di sejumlah ruas jalan juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Pengguna jalan berharap aktivitas kelompok tersebut tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan pengendara lain.

Fenomena konvoi remaja tersebut sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah rekaman memperlihatkan kerumunan pemuda dan kendaraan berada di sekitar simpang empat kawasan RS Baptis pada tengah malam.

Aktivitas serupa disebut tidak selalu berlangsung di satu lokasi. Titik berkumpul kelompok remaja tersebut dapat berpindah-pindah, terutama di kawasan jalan yang ramai dan mudah diakses.

Kondisi ini menjadi perhatian aparat kepolisian. Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli pada sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja.

Polisi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, terutama bagi mereka yang masih berstatus pelajar.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto melalui Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengimbau para orang tua memastikan anak-anak mereka tidak berada di luar rumah hingga larut malam tanpa alasan yang jelas.

Pengawasan, menurutnya, tidak cukup hanya dengan menetapkan batas waktu pulang. Orang tua juga perlu membangun komunikasi dengan anak sehingga mengetahui aktivitas, tujuan bepergian, teman yang ditemui, serta kegiatan yang dilakukan di luar rumah.

Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian besar remaja yang terlibat dalam aktivitas konvoi masih berada pada usia sekolah. Pada usia tersebut, pengawasan dan pendampingan keluarga menjadi bagian penting untuk mencegah anak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas kelompok yang mulai mengarah pada gangguan keamanan atau ketertiban. Informasi dari warga dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sebelum situasi berkembang.

Polisi pun terus melakukan langkah antisipatif melalui patroli di sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi titik kerumunan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga situasi Kota Kediri tetap aman, nyaman, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat pada malam hari tidak terganggu.

Pada akhirnya, persoalan konvoi remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, dan para remaja sendiri diperlukan agar ruang publik tetap digunakan secara tertib tanpa mengganggu hak masyarakat lain untuk beristirahat maupun beraktivitas.

(Red/lis)


© Copyright 2022 - JURNAL Polisi News