Breaking News

Ibu Hamil Tak Perlu Makan untuk Dua Orang, Ini Penjelasan Dokter RSU Unmuh Jember

 
dr. Dewi Ayu Astari Paramita, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSU Unmuh Jember. (photo by radar jember)

JEMBER- 
 Di tengah masih banyaknya kesalahpahaman terkait diet saat kehamilan, sejumlah ibu hamil kerap menganggap bahwa diet berarti harus mengurangi porsi makan. Padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Yang lebih penting bukan mengurangi jumlah makanan, melainkan mengatur jenis asupan yang dikonsumsi agar tetap seimbang dan bernutrisi.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSU Unmuh Jember, dr. Dewi Ayu Astari Paramita, Sp.OG, menegaskan bahwa ibu hamil yang perlu menjaga atau mengontrol berat badan tidak disarankan untuk membatasi porsi makan secara berlebihan. Menurutnya, konsep diet pada masa kehamilan lebih menitikberatkan pada pemilihan makanan yang sehat dan menghindari konsumsi yang tidak memberikan manfaat bagi tubuh maupun janin.

“Kalau untuk ibu hamil, diet itu bukan mengurangi porsi makan, tetapi memilih apa yang dimakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi selama kehamilan. Di antaranya adalah makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, makanan berbasis tepung olahan seperti kerupuk, mi instan, dan roti putih, serta makanan yang digoreng dengan penggunaan minyak berlebihan. Konsumsi berlebih dari jenis makanan tersebut dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan ibu maupun perkembangan janin.

Sebaliknya, asupan protein hewani tetap menjadi komponen penting yang tidak boleh diabaikan. Nutrisi ini berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan, termasuk pembentukan jaringan tubuh dan organ.

Dewi juga meluruskan anggapan umum bahwa ibu hamil harus “makan untuk dua orang”. Ia menegaskan bahwa kebutuhan energi tambahan selama kehamilan sebenarnya tidak sebesar itu. Pada trimester kedua dan ketiga, ibu hamil hanya membutuhkan tambahan sekitar 300 hingga 500 kalori per hari.

Tambahan kalori tersebut sebaiknya dipenuhi melalui makanan bergizi seimbang, seperti sumber protein, sayur, buah, serta karbohidrat kompleks. Sebaliknya, camilan tinggi gula dan lemak justru tidak dianjurkan karena dapat memicu kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Selain memperhatikan pola makan, ibu hamil juga dianjurkan untuk tetap aktif secara fisik. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki sudah cukup membantu menjaga kebugaran dan mengontrol berat badan. Rekomendasi aktivitas fisik yang dianjurkan setidaknya mencapai 150 menit per minggu, tentu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu hamil.

“Jangan menunggu terlambat. Perbaiki pola makan dan biasakan olahraga sejak awal, bahkan sebelum merencanakan kehamilan,” pesan Dewi.(red/lis)

© Copyright 2022 - JURNAL Polisi News