Breaking News

Bus vs Truk Fuso di Nganjuk Berujung Petaka, Puluhan Penumpang Dievakuasi

  

Bus Sugeng Rahayu Terjun ke Sungai (photo by radar madiun)


NGANJUK- Sebuah kecelakaan lalu lintas serius terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tepatnya di Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, pada Sabtu siang (4/7/2026). Insiden ini melibatkan Bus Sugeng Rahayu dan sebuah truk Fuso yang datang dari arah berlawanan, dan sempat menyebabkan kepanikan besar karena bus hingga terjatuh ke sungai.

Kronologi kejadian

Berdasarkan keterangan kondektur bus bernama Herman, Bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan sopir bernama Bambang saat itu sedang melaju normal dari arah timur menuju barat. Kondisi lalu lintas awalnya tidak menunjukkan tanda-tanda berbahaya.

Namun situasi berubah ketika bus melintasi jembatan. Sebuah truk Fuso dengan nomor polisi S 9687 UR diduga mengambil lajur yang tidak semestinya hingga masuk ke jalur berlawanan. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, sopir bus tidak memiliki cukup waktu maupun ruang untuk melakukan manuver menghindar.

Benturan keras pun tak terhindarkan. Tabrakan tersebut membuat bus kehilangan kendali, kemudian terdorong ke sisi jembatan, menembus pembatas, dan akhirnya jatuh ke aliran sungai di bawahnya. Posisi akhir kendaraan terbalik dengan bagian atap menghadap ke dasar sungai.

Situasi di dalam bus

Saat bus menghantam air dan terbalik, suasana di dalam kabin berubah menjadi sangat panik. Sekitar 40 penumpang dilaporkan berada di dalam kendaraan tersebut. Mereka berteriak dan saling bertumpukan akibat guncangan keras saat kecelakaan terjadi.

Meski kondisi sangat mencekam, proses evakuasi berlangsung cepat. Warga sekitar dan petugas yang tiba di lokasi segera membantu menyelamatkan para penumpang dari dalam bus yang terbalik di sungai.

Korban dan penanganan medis

Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun sejumlah penumpang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Pihak kepolisian melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, menyampaikan bahwa korban segera dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan. Rinciannya, 13 orang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk, sementara 14 lainnya mendapatkan perawatan di RSUD setempat. Mayoritas korban mengalami luka ringan, meski ada satu korban yang kondisinya lebih serius, yaitu kernet bus bernama Sarni yang mengalami patah tulang dan membutuhkan perawatan intensif.

Evakuasi kendaraan dan dampak lalu lintas

Proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama karena posisi bus berada di dasar sungai dan memerlukan alat berat untuk mengangkatnya. Sementara itu, truk Fuso yang terlibat kecelakaan sempat menghalangi jalur sehingga menyebabkan kemacetan dari kedua arah.

Arus lalu lintas baru kembali normal setelah sekitar pukul 14.30 WIB, ketika kendaraan berat berhasil dipindahkan dari badan jalan. Meski demikian, proses pengangkatan bus masih menunggu peralatan tambahan.

Penyelidikan lanjutan

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi telah mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dugaan sementara mengarah pada truk Fuso yang diduga memasuki jalur berlawanan sebelum tabrakan terjadi. Namun, kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan akhir masih menunggu hasil investigasi lengkap.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan disiplin dalam berlalu lintas, terutama di jalur sempit seperti jembatan yang memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan fatal.(red/lis)

© Copyright 2022 - JURNAL Polisi News