Breaking News

Begal Bersenjata Celurit Rampas Motor Karyawati Pabrik Rokok di Maron

  

KORBAN: Anggie Anggraini dan rekanya di jalan utama Satreyan-Condong, di depan Perumahan Gerongan I, Desa Gerongan, Kecamatan Maron, saat dimintai keterangan petugas.(photo by radar bromo)


MARON – Aksi pembegalan kembali meresahkan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Kali ini, dua karyawati pabrik rokok Sampoerna di Kecamatan Kraksaan menjadi sasaran kawanan begal bersenjata tajam saat berangkat kerja pada Jumat (3/7) dini hari. Dalam kejadian tersebut, sebuah sepeda motor Honda Beat milik korban berhasil dibawa kabur pelaku.

Korban diketahui bernama Anggie Anggraini, 22, warga Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, yang saat ini tinggal bersama suaminya di Desa Racek, Kecamatan Tiris. Pagi itu, Anggie berangkat menuju tempat kerjanya seperti biasa. Sebelum tiba di pabrik, ia terlebih dahulu menjemput seorang rekan kerjanya di wilayah Condong agar dapat berangkat bersama.

Perjalanan keduanya berlangsung lancar hingga sekitar pukul 05.15 WIB. Saat melintas di Jalan Raya Satreyan–Condong, tepatnya di depan Perumahan Gerongan I, Desa Gerongan, Kecamatan Maron, mereka mulai menyadari ada beberapa pengendara motor yang diduga mengikuti dari belakang.

Tidak lama setelah melewati kawasan Puskesmas Condong, salah seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario tiba-tiba memotong laju kendaraan korban. Pada saat bersamaan, dua pelaku lainnya yang berboncengan menggunakan Honda Beat mendekat dari sisi kanan sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit.

Ancaman tersebut membuat korban panik dan ketakutan. Demi menghindari serangan, Anggie memilih menghentikan motornya dan turun dari kendaraan. Rekannya yang saat itu dibonceng bahkan sempat didorong hingga terjatuh ke sisi timur jalan.

Melihat korban tidak lagi dapat memberikan perlawanan, ketiga pelaku langsung membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik Anggie bernomor polisi N 5894 MZ keluaran tahun 2022 berwarna cokelat. Setelah berhasil menguasai kendaraan korban, para pelaku melarikan diri ke arah selatan.

Kapolsek Maron AKP Arif Nurdasono mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan dari masyarakat. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari korban maupun sejumlah saksi di sekitar lokasi.

"Berdasarkan keterangan awal korban, pelaku diduga berjumlah tiga orang yang mengendarai dua sepeda motor. Satu pelaku bertugas memotong laju kendaraan korban, sedangkan dua pelaku lainnya melakukan intimidasi menggunakan senjata tajam jenis celurit," jelas AKP Arif.

Selain melakukan penyelidikan di lokasi, polisi juga telah meminta korban segera membuat laporan resmi di Mapolsek Maron dengan melengkapi dokumen kepemilikan kendaraan agar proses penyidikan dapat berjalan maksimal.

Saat ini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi hingga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku.

AKP Arif menegaskan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada dini hari atau melintas di jalan yang sepi.

"Apabila melihat atau mengalami kejadian yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Kami berharap masyarakat tidak bepergian sendirian pada jam-jam rawan agar dapat meminimalkan risiko menjadi korban tindak kejahatan," tegasnya.(red/lis)

© Copyright 2022 - JURNAL Polisi News