Kediri, jurnalpolisinews.com - Berawal dari keprihatinan terhadap keadilan yang timpang, kesejahteraan yang belum merata hingga minimnya perlindungan terhadap pedagang kaki lima (PKL), Andri Ashariyanto pria berusia 44 tahun tersebut bertekad maju menjadi anggota DPRD Kabupaten Kediri.
Pria yang dijuluki pembela wong Cilik ini adalah seorang
aktivis. Ia dikenal cukup kritis terhadap setiap kebijakan Pemerintah,beliau
yang sangat gigih dan krisis akan masyarakat dengan suka rela dirinya akan
menjadi corong Pemerintah untuk menyampaikan kepada masyarakat.
“Semangat ketulusan dan
keikhlasan Pak Prabowo yang menginspirasi saya untuk terjun ke politik. Beliau
sosok yang luar biasa, patriot dan pejuang sejati” ujar Pria yang Nyaleg DPRD
Kabupaten Kediri dari Partai Gerindra ini.
Jika nantinya terpilih sebagai anggota DPRD, Andri Ashariyanto
bertekad memajukan UMKM dan memastikan perlindungan terhadap PKL di seluruh
Kabupaten Kediri terjamin.
Tak hanya itu, pria
yang maju dari dapil 1 meliputi Kecamatan Gurah, Pagu, Gampengrejo, Papar,
Kayen Kidul dan Ngasem ini akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri
memberikan akses pendidikan dan kesehatan yang setara.
“Sering saya dengar Rumah sakit
memperlakukan berbeda terhadap Pasien BPJS dan pasien Umum (membayar). Kedepan
tidak boleh lagi seperti itu, semua harus setara,” kata Caleg Gerindra Dapil 1
nomor urut 2 ini.
Terkait Pendidikan, pria yang dikenal kritis ini juga mengaku
memiliki perhatian sangat tinggi. Terbukti ia berhasil mambantu ratusan
masyarakat yang ijazahnya ditahan pihak sekolah.
Sebagai aktivis, Andri
Ashariyanto nampaknya mempunyai perhatian besar terhadap kesejahteraan
masyarakat Kabupaten Kediri. Menurut dia, bantuan kepada masyarakat harus terus
ditingkatkan.
“Yang tidak kalah penting penyalurannya, harus kita awasi, agar
tepat sasaran”. Tutupnya nya.



Social Header